Kamis, 08 Desember 2011

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR DAN MEDIA PADA PEMBELAJARAN IPA DI SD PADA POKOK BAHASAN PERUBAHAN BENDA

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR DAN MEDIA PADA PEMBELAJARAN IPA DI SD PADA POKOK BAHASAN PERUBAHAN BENDA PENDAHULUAN Pemberlakuan UU Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, dan Peraturan Pemerintah No. 22 tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah menuntut cara pandang yang berbeda tentang pengembangan dan pelaksanaan kurikulum. Dulu, pengembangan kurikulum dilakukan oleh pusat dalam hal ini Pusat Kurikulum sedangkan pelaksanaannya dilakukan oleh satuan pendidikan. Pengembangan kurikulum yang dilakukan langsung oleh satuan pendidikan memberikan harapan tidak ada lagi permasalahan berkenaan dengan pelaksanaannya. Hal ini karena penyusunan kurikulum satuan pendidikan seharusnya telah mempertimbangkan segala potensi dan keterbatasan yang ada. Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) mengacu pada standar nasional pendidikan: standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan. Salah satu dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut, yakni standar isi (SI) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum disamping standar kompetensi lulusan (SKL). Standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian, kompetensi mata pelajaran, dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu.             Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berhubungan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan  pengetahuan yang berupa fakta-fakta tetapi juga merupakan suatu proses.  Salah satu komponen penting dari sistem pendidikan Nasional adalah kurikulum, karena kurikulum merupakan komponen pendidikan yang dijadikan acuan oleh setiap satuan pendidikan, baik oleh pengelola maupun penyelenggara, khususnya oleh guru dan kepala sekolah.             Kurikulum juga merupakan perangkat mata pelajaran yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta pelajaran dalam satu periode jenjang pendidikan. Penyusunan perangkat mata pelajaran ini disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan setiap jenjang pendidikan dalam penyelenggaraan pendidikan tersebut. Penggunaan kurikulum yang saat ini diimplementasikan lingkungan pendidikan sekolah Indonesia adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang merupakan penyempurnaan dari KBK. KTSP adalah paradigma baru pengembangan kurikulum, yang memberikan otonomi luas pada setiap pendidikan dan melibatkan komponen masyarakat dalam rangka mengaktifkan proses belajar mengajar di sekolah dan merupakan kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan/ sekolah (Mulyasa, 2007).             Pada tingkat Sekolah Dasar/MI pencapaian Standar kompetensi(SK) dan Kompetensi Dasar(KD) merupakan standar minimum yang secara Nasional harus dicapai oleh peserta didik dan menjadi acuan dalam pengembangan kurikulum, yang didasarkan pada pemberdayaan peserta didik untuk membangun kemampuan, bekerja ilmiah dan pengetahuan sendiri yang difasilitasi oleh guru. Fleming dan Levie ( 1978) menyimpulkan dari berbagai penelitian yang dilakukan oleh Bruner bahwa media pengajaran memberikan pengalaman konkrit yang memudahkan siswa belajar, yaitu dalam mencapai penguasaan, mengingat dan memahami symbol-simbol yang abstrak. Dengan dikemukakannya pendapat para ahli dari berbagai penelitian yang mereka lakukan itu, maka tidak perlu kita ragukan lagi tentang pentingnya media pengajaran dalam meningkatkan hasil belajar.                                      PEMBAHASAN 1.   Lingkupan Materi Ajar IPA        Lingkupan materi ajar meliputi identifikasi materi ajar dan deskripsi materi ajar kimia. 1.1.  Identifikasi Materi Ajar IPA yang Berhubungan dengan Kimia    Berdasarkan standar isi yang dikeluarkan BNSP (Badan Standar Nasional    Pendidikan) terdapat standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) untuk mata pelajaran IPA di SD/MI kelas VI yang berhubungan dengan kimia adalah  sebagai berikut : Semester I (ganjil) Kelas VI,  Semester 1 Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Benda dan Sifatnya 6. Memahami faktor penyebab perubahan benda. 6.1  Menjelaskan  faktor-faktor penyebab perubahan benda (pelapukan, perkaratan, pembusukan) melalui pengamatan 6.2  Mengidentifikasi faktor-faktor yang menentukan pemilihan benda/bahan untuk tujuan tertentu (karet, logam, kayu, plastik) dalam kehidupan sehari-hari   Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) untuk mata pelajaran IPA di SD/MI kelas VI adalah  sebagai berikut : Kelas VI,  Semester 1 Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Makhluk Hidup dan Proses Kehidupan   1. Memahami hubungan antara ciri-ciri makhluk hidup dengan lingkungan tempat hidupnya   1.1  Mendeskripsikan hubungan  antara ciri-ciri khusus yang dimiliki hewan (kelelawar, cicak, bebek)  dan lingkungan hidupnya 1.2  Mendeskripsikan  hubungan  antara ciri-ciri khusus yang dimiliki tumbuhan  (kaktus, tumbuhan pemakan serangga) dengan lingkungan hidupnya   2. Memahami cara perkembangbiakan makhluk hidup 2.1 Mendeskripsikan  perkembangan dan pertumbuhan manusia dari bayi sampai lanjut usia 2.2 Mendeskripsikan  ciri-ciri  perkembangan fisik anak laki-laki dan perempuan 2.3 Mengidentifikasi cara perkembangbiakan tumbuhan dan hewan 2.4 Mengidentifikasi cara perkembangbiakan manusia   3. Memahami  pengaruh kegiatan manusia terhadap keseimbangan lingkungan 3.1 Mengidentifikasi kegiatan manusia yang dapat mempengaruhi keseimbangan alam (ekosistem) 3.2 Mengidentifikasi bagian tumbuhan yang sering dimanfaatkan manusia yang mengarah pada ketidakseimbangan lingkungan 3.3 Mengidentifikasi bagian tubuh hewan yang sering dimanfaatkan manusia yang mengarah pada ketidakseimbangan lingkungan 4. Memahami pentingnya pelestarian jenis makhluk hidup untuk mencegah kepunahan 4.1 Mengidentifikasi jenis hewan dan tumbuhan yang mendekati  kepunahan 4.2 Mendeskripsikan  pentingnya pelestarian jenis makhluk  hidup untuk perkembangan Ilmu Pengetahuan Alam dan kehidupan masyarakat Benda dan Sifatnya 5. Memahami  saling hubungan antara  suhu, sifat hantaran dan  kegunaan benda     5.1  Membandingkan sifat kemampuan menghantarkan  panas dari berbagai benda 5.2  Menjelaskan alasan pemilihan benda dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan kemampuan menghantarkan panas   6. Memahami faktor penyebab perubahan benda 6.3  Menjelaskan  faktor-faktor penyebab perubahan benda (pelapukan, perkaratan, pembusukan) melalui pengamatan 6.4  Mengidentifikasi faktor-faktor yang menentukan pemilihan benda/bahan untuk tujuan tertentu (karet, logam, kayu, plastik) dalam kehidupan sehari-hari   Kelas  VI,  Semester  2 Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Energi dan Perubahannya   7. Mempraktikkan  pola penggunaan dan perpindahan energi 7.1  Melakukan percobaan untuk menyelidiki hubungan antara gaya dan gerak (model jungkat jungkit, katapel/model traktor sederhana energi pegas) 7.2  Menyajikan informasi tentang perpindahan dan perubahan energi listrik   8. Memahami pentingnya penghematan energi         8.1  Mengidentifikasi kegunaan energi listrik dan berpartisipasi dalam penghematannya dalam kehidupan sehari-hari 8.2  Membuat suatu karya/model yang menggunakan energi listrik (bel listrik/alarm/model lampu lalu lintas/ kapal terbang/mobil-mobilan/model penerangan rumah) Bumi dan Alam Semesta   9. Memahami matahari sebagai pusat tata surya dan interaksi bumi dalam tata surya 9.1 Mendeskripsikan  sistem tata surya dan posisi penyusun tata surya 9.2 Mendeskripsikan peristiwa rotasi bumi, revolusi bumi dan revolusi bulan 9.3 Menjelaskan terjadinya gerhana bulan dan gerhana matahari 9.4 Menjelaskan  perhitungan kalender Masehi dan kalender Hijriah                                                                                                     Dari hasil analisis Silabus dan Rencana Pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang digunakan sekolah. Pada SD kelas VI mata pelajaran IPA cenderung mempelajari materi dasar Biologi dan Fisika. Materi ajar IPA di SD kelas VI yang berhubungan dengan konsep mata pelajaran kimia terdapat pada semester 1 yaitu pada Benda dan Sifatnya dengan Standar Kompetensi: Memahami faktor penyebab perubahan benda dan Kompetensi Dasar: 1). Menjelaskan faktor-faktor penyebab perubahan benda (pelapukan, perkaratan, pembusukan) melalui pengamatan. 2). Mengidentifikasi faktor-faktor yang menentukan pemilihan benda/bahan untuk tujuan tertentu (karet, logam, kayu, plastik) dalam kehidupan sehari-hari.   1.2.  Deskripsi Materi Ajar IPA yang berhubungan dengan Kimia Materi ajar dikembangkan dari standar isi yang disusun oleh BSNP yang berisi pokok-pokok pembelajaran, pokok-pokok materi IPA yang berhubungan dengan kimia adalah: 1. Faktor yang Menentukan dalam Pemilihan Benda atau Bahan    1.1. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perubahan Benda    1.2. Faktor-Faktor yang Menentukan Pemilihan Benda atau Bahan. Materi ajar berisi konsep IPA yang berhubungan dengan kimia yang disampaikan secara sederhana. Deskripsi materi ajar disajikan dengan konsep IPA yang tidak bisa terpisah dari kehidupan nyata siswa sehingga siswa menyadari bahwa pelajaran IPA khususnya yang berhubungan dengan kimia sangat berkaitan erat dalam kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini, guru hendaknya melakukan variasi dalam pembelajaran khususnya untuk siswa sekolah dasar, sehingga siswa senang belajar IPA, misalnya menggunakan berbagai macam metode belajar dan menggunakan media pembelajaran sehingga siswa tidak bosan dalam belajar dan akan lebih menarik mengikuti pembelajaran IPA. Selain itu guru hendaknya memberi motivasi kepada siswa agar siswa dapat serius untuk mengikuti pelajaran IPA dan merasa bahwa mereka diperhatikan oleh guru.  Media yang biasanya digunakan guru ketika pembelajaran berlangsung adalah alat peraga yang sederhana, misalnya hanya gambar-gambar yang dibuat sendiri oleh siswa. Koleksi buku-buku diperpustakaan juga masih kurang, buku yang tersedia masih sedikit sehingga siswa kesulitan mencari buku IPA sebagai buku tambahan mereka dan ada sebagian siswa yang tidak pernah mengunjungi perpustakaan. 2.        Media Pembelajaran Keuntungan Mempergunakan Media Pembelajaan Heinich, Molenda dan Russel (1982) mengemukan keuntungan-keuntungan memergunakan media pengajaran dalam membelajarkan siswa, yaitu: media pengajaran dapat mengkonkritkan ide-ide atau gagasan yang bersifat konseptual, sehingga mengurangi kesalahpahaman siswa dalam mempelajarinya. Media pengajaran dapat meningkatan minat siswa untuk mempelajari materi pelajaran Media pengajaran memberikan pengalaman-pengalaman nyata yang merangsang aktivitas diri-sendiri untuk belajar. Siswa tergugah untuk melakukan kegiatan karena dorongan dari dalam diri sendiri (motivasi instrinsik) Media pengajaran dapat mengembangkan jalan pikiran yang berkelanjutan . Media pengajaran menyediakan pengalaman-pengalaman yang tidak mudah di dapat melalui materi-materi yang lain dan menjadikan proses belajar mendalam dan beragam. Ahli psikologi Jerone bruner (1965) mengemukakan bahwa kalau dalam belajar siswa dapat diberi pengalaman langsung (melalui media, demonstrasi, “field trip”, dramatisasi), maka situasi pengajaran itu akan meningkatkan kegairahan dan siswa tersebut dalam belajar. Fleming dan Levie ( 1978) menyimpulkan dari berbagai penelitian yang dilakukan oleh Bruner bahwa media pengajaran memberikan pengalaman konkrit yang memudahkan siswa belajar, yaitu dalam mencapai penguasaan, mengingat dan memahami symbol-simbol yang abstrak. Dengan dikemukakannya pendapat para ahli dari berbagai penelitian yang mereka lakukan itu, maka tidak perlu kita ragukan lagi tentang pentingnya media pengajaran dalam meningkatkan hasil belajar.  Memilih Media Pengajaran Pertanyaan berikutnya yang muncul dalam membahas kaitan antara motivasi dan media pengajaran adalah “ bagaimana cara memilih media pengajaran yang efektif untuk meningktakan kegiatan belajar siswa”.  Heinich, Molenda dan Russel (1982) mengemukakan langkah-langkah secara sistematis perencanaan dan penggunaan media Menganalisa karakteristik siswa Guru hendaknya memperhatikan karakteristik siswa dalam merencanakan media pengajaran yang akan digunakannya. Ada dua tipe karakteristik siswa yang harus diketahui oleh guru, yaitu: karakteristik umum yang meliputi jenis kelamin, tingkat, kelas, kemampuan intelektual, bakat dan kebudayaan. karakterisistik khusus mengenai latar belakang pengalaman siswa tentang topic atau materi pelajaran yang meliputi pengetahuan, keterampilan dan sikapnya terhadap topik  atau materi pelajaran yang akan disajikan. Pemilihan media pengajaran yang benar-benar disesuaikan dengan karakteristik umum siswa akan memudahkan siswa-siswi untuk memahami materi pelajaran yang akan disajikan oleh guru. Misalnya, siswa-siswi yang berintelegensi rendah sangat perlu bantuan memahami materi pelajaran dengan media pembelajaran yang dapat didengar, dilihat dan dirabanya. Siswa-siswa seperti ini akan mudah belajar kalau dibantu dengan media-media pengajaran yang memberikan pengalaman langsung ( Jerome Bruner, 1966). Untuk siswa-siswa yang bersikap apatis terhadap materi pelajaran, media yang dapat diberikan guna membantu mereka agar tertarik belajar adalah media yang memberikan rangsangan yang kuat seperti fil dramatisasi atau permainan simulasi. Andaikan siswa belum mempunya latar belakang pengalaman tentang materi pelajaran yang akan diajarkan, maka media Bantu yang tepat digunakan adalah media pengajaran yang dapat memberikan pengalaman langsung (field trip) atau media yang dapat dilihat sekaligus didengar (fil, videotape) b.   Menetapkan tujuan pengajaran Langkah kedua yang dilakukan dalam memeilih media pengajaran adalah menetapkan tujuan pengajaran. Apa tujuan belajar yang hendaknya dicapai oleh setiap siswa? Lebih tepatnya, kemampuan baru apa yang hendaknya dimiliki siswa setelah proses pengajaran selesai? Guru perlu menetukan tujuan, karena guru hendaknya memilih media dan urutan aktifitas belajar yang tepat untuk mencapai tujuan itu. Mengetahui tujuan yang harus dicapai juga mengharuskan guru untuk menciptakan lingkungan belajar yang kaya sehingga dapat mempermudah mencapai tujuan tersebut. Sebagai contoh, apabila tujuan belajar adalah untuk menjadikan siswa mampu memasang ban mobil atau membuat model mobil, ban mobil, baut-baut dan alat-alat lain untuk memasang ban mobil, maka yang diperlukan adalah buku petunjuk montir atau sopir dan buku teks. c.    Memilih, Memodifikasi dan Merencanakan Materi pelajaran Langkah ketiga adalah memilih, memodifikasi dan merencanakan materi pelajaran. Pemilihan materi pelajaran yang tepat menurut ilmu pendidikan akan bertambah mantap jika disertai dengan pengaturan media pengajaran dalam kelas. Heinich, Molenda dan Russel (1982) menjelaskan bahwa 90 sampai dengan 95 persen waktu belajar hendaknya dilakukan dengan media pengajaran, membantu siswa secara efektif dalam belajar. d.   Menggunakan Media Pelajaran Setelah memilih, memodifikasi dan merencanakan materi pengajaran, guru perlu pula merencanakan bagaimana menyajikan materi dan berapa waktu yang dibutuhkan untuk menyajikannya. Jika ini diperlukan maka berbagai perlengkapan dan fasilitas yang diperlukan dapat disiapkan. Andaikan anda menyajikan materi dengan teknik ceramah, maka perlengkapan media yang diperlukan, misalnya over-head projector atau chart atau slide atau semuanya sekaligus dipakai. Perlengkapan media yang anda perlukan akan berbeda jika anda menyajikan pelajaran dengan pertunjukan (demonstrasi) e.    Meminta Respon Siswa Langkah kelima dalam merencankan penggunaan media pengajaran adalah mendorong siswa agar memberikan respon terhadap rangsangan pengajaran. Respon siswa terhadap situasi pengajaran dapat juga berbentuk hasil ciptaan yang kompleks. Misalnya karya ilmiah, lukisan atau berabagai ciptaan yang lainnya. Untuk melihat respon siswa ini mungkin saja kita memerlukan berbagai media. Misalnya kita memerlukan gambar proyeksi untuk melihat respon siswa tentang materi yang disajikan oleh gambar tersebut dan gambar proyeksi lebih mudah mengatur respon siswa dibandingkan kalu kita menggunakan media bergerak. Dengan film strip siswa dapat membaca tulisan dibawahnya dan mereka dapat mendiskusikan apa saja yang muncul di layer atau membicarakan ide-ide lain  yang  berkaitan dengan materi yang disajikan, sementara materi yang dibahas tetap tertampang di layer. Jdi ada media-media yang memungkinkan siswa berpartisipasi lebih akif dibandingkan denga media-media lainnya. f.     Melakukan evaluasi Langkah terakhir dalam menggunakan media pengajaran ialah melakukan evaluasi. Bahwa pelaksanaan evaluasi menentukan penggunaan media pengajaran, tentu aja kita tidak meragukan lagi. Dalam melaksanakan penilaian selama proses pengajaran, atau setelah berakhirnya satu unit pengajaran, kita memrlukan tulis, format-format, gambar-gambar, kamera, videotape. Misalnya untuk menilai keterampilan mahasiswa atau siswa calon guru dalam praktek mengajar diperlukan kamera, atau pita rekamana, sehingga dapat diketahui apakah kegiatan-kegiatan yang merupakan bagian kegiatan praktek mengajar belum atau sudah terlaksana dengan tepat. Kalau belum, guru pembimbing praktek dapat melakukan perbaikan-perbaikan. Demikian juga untuk menilai sejauh mana ketepatan gerakan-gerakan senam atau tari telah dilakukan siswa-siswa yang sedang belajar menari. Kamera video tape merupakan media penting yang dapat kita gunakan. Dalam hal ini penulis memilih media peta konsep dan power ponint untuk menjelaskan pokok bahasan perubahan pada benda dan untuk memperdalam pengetahuan anak tentang perubahan benda dilakukan eksperimen sederhana.         DAFTAR PUSTAKA Departemen Pendidikan Nasional, Silabus Mata Pelajaran IPA (BSNP), Untuk                         Sekolah Dasar /Madrasah Ibthidaiyah. Hamalik, Q., (2007), Dasar-Dasar Pengembangan Kurikulum, Penerbit PT                        Remaja Rosdakarya, Bandung Haryanto, Drs., (2004),  SAINS Jilid 6, Penerbit Erlangga, Jakarta. Ibayari, Yayat, dkk, (2008), Ilmu Pengetahuan Alam SD dan MI kelas VI,               Penerbit Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta. Kemala, Rosa, (2008), Jelajah IPA, Penerbit Yudhistira, Jakarta. Mulyasa, E., (2007), Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, Penerbit PT Remaja             Rosdakarya, Bandung. Mursyid, (2010), http://file:///d:/etc/curriculum/pengertian-dan-defenisi-             kurikulum.htm.                  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar